Minggu, 23 September 2012

ALIRAN SESAT DAN NABI-NABI PALSU

Tahun 2001 sampai tahun 2007 merupakan tahun-tahun yang buruk bagi agama-agama yang berada di Indonesia, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mencatat terdapat sekitar 250 aliran agama yang menyimpang berkembang pesat. Dari jumlah tersebut sekitar 50 aliran tersebut tumbuh subur di Jawa Barat. Hal ini merupakan kejanggalan, di mana aliran tersebut muncul dan berkembang pesat secara bersamaan. Seperti halnya beberapa aliran sesat dan sangat berpengaruh di Indonesia yaitu al-Qiyadah al-Islamiah yang didirikan oleh Ahmad Moshaddeq, dengan syahadatnya (Asyhadu alla ilaha illa Allah wa asyhadu anna Masih al-Mau’ud Rasulullah) dia berhasil mempunyai pengikut 40 ribu orang, selain telah menciptakan buku pegangan berupa terjemahan bebas al-Quran yang disebut Tafsir wa Takwil salah satu hal yang sangat kontrofersial adalah menolak sunnatullah dan kenabian Muhammad SAW.
Lia Eden, dia adalah salah satu orang yang mengaku sebagai imam Mahdi dan Bunda maria, dalam hal pendakwahan dia menggunakan media informasi yang paling mutakhhir (baca: internet) sekaligus juga dalam hal perekrutan pengikutnya, salah satu gerakannya adalah menghalalkan daging Babi dan menghapus Agama Islam. Selain itu juga dia membakar lidah anak dari seorang pengikutnya karena diberitakan anak dari pengikut tersebut berbohong. Ada juga aliran al-Quran suci dengan gerakannya yang sangat bertentangan dengan ajaran al-Quran yang selama ini kita ketahui, yaitu membolehkan shalat tanpa berwudhu dan berzina dengan ipar. Ahmadiyah merupakan aliran yang muncul kemudian dan sangat berpengaruh khususnya di Indonesia, Mirza Ghulam Ahmad, Punjab, India 13 Februari 1835. Dia menyatakan diri sebagai manusia yang paling ditunggu-tunggu dalam setiap agama; Isa al-Masih bagi agama Islam; Yesus Kristus bagi agama Kristen;  Wisnu bagi agama Hindu. Salah satu pecahannya adalah Ahmadiah Qadian merupakan aliran masuk ke Indonesia tahun 1925 oleh Maulana Rahmat Ali yang datang dari Qadian, dan waktu kemudian Ahmadiah Lahore juga masuk ke Indonesia dengan datangnya Mirza Wali Ahmad Baig dan Maulana Ahmad di Yogyakarta.
Hartono Ahmad Jaiz dalam bukunya Aliran dan Paham Sesat di Indonesia, dia mengatakan bahwa (Lembaga Dakwah Islam Indonesia) LDII sebuah aliran sesat terbesar di Indonesa. Walaupun demikian pada tahun 1972 mereka telah mampu membangun 1500 masjid di 19 provinsi di Indpnesia, selain itu juga mereka memiliki pondok-pondok pesantren yang megah dan bahkan telah memiliki Dewan Pimpinan Daerah di hampir semua provinsi yang ada di Indonesia. Salah satu pokok ajarannya yang dianggap sesat adalah ‘orang Islam di luar LDII adalah kafir dan najis. Ini bahkan berlaku bagi orang tua sendiri’. Ada juga Baha’isme.
Sedangkan dalam agama Kristen, salah satu aliran yang dianggap sesat adalah sekte Gereja Hari Kiamat, sekte yang berdiri pada tahun 1999 mengakui bahwa kiamat akan terjadi pada 10 November 2003 dan sebelum waktu itu mereka para pengikutnya menjual seluruh benda yang berharga dan hasilnya diserahkan ke Gereja tersebut, dan melakukan puasa selama berhari-hari sehingga kondisi fisiknya sangat memprihatinkan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar